Legislator Makassar Ajak Masyarakat Kolaborasi Bantu Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja

Redaksi
13 Mei 2026 15:39
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Maraknya aksi geng motor yang kian meresahkan warga Kota Makassar memicu reaksi keras dan perhatian serius dari jajaran legislatif.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Adi Akbar, menyerukan pentingnya penguatan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, hingga perangkat tingkat terkecil seperti RT/RW dan Linmas untuk memberantas fenomena tersebut.

Ia menekankan bahwa pemberdayaan seluruh lini masyarakat sangat krusial, di mana RT, RW, dan Linmas harus mampu menjadi satgas yang sigap membubarkan kerumunan remaja yang mencurigakan.

Tidak hanya sekadar membubarkan, Adi Akbar mendorong dilakukannya pendataan identitas orang tua para pelaku untuk kemudian diberikan edukasi secara mendalam.

​Lebih jauh lagi, Adi Akbar mengusulkan adanya sanksi administratif bagi mereka yang terlibat dalam aksi geng motor. Catatan keterlibatan dalam tindakan yang meresahkan masyarakat tersebut disarankan untuk menjadi pertimbangan atau catatan khusus ketika yang bersangkutan hendak mengurus administrasi di pemerintahan. Di samping itu,

ia meminta pihak kepolisian memaksimalkan teknologi pengawasan seperti CCTV di pos-pos strategis guna memantau pergerakan geng motor secara real-time, sehingga aparat dapat segera bergerak membuntuti dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan sebelum jatuh korban.

​Menanggapi persoalan yang sama, Anggota Komisi D DPRD Makassar lainnya, Haji Muchlis, memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah preventif tersebut.

Menurutnya meskipun penanganan geng motor adalah tanggung jawab kolektif, wewenang penindakan hukum tetap berada di tangan kepolisian.

Sementara itu Haji Muchlis Misbah menyoroti perubahan pola serangan geng motor yang kini sudah menyasar warga sipil yang tidak bersalah, sehingga diperlukan tindakan tegas sesuai prosedur hukum, termasuk dukungan terhadap instruksi penindakan terukur di lapangan jika situasi sudah sangat membahayakan nyawa masyarakat.

​Ia  juga menekankan pentingnya sinergi antara Linmas, RT/RW, dan Satpol PP sebagai perangkat daerah untuk membantu tugas-tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.

Di sisi lain, muncul pula gagasan mengenai pendekatan yang lebih manusiawi melalui rekrutmen personel keamanan yang efektif, yakni dengan merangkul sosok-sosok yang disegani dalam kelompok tersebut untuk diarahkan ke jalur positif. Dengan menarik “kepala” atau pemimpin kelompok masuk ke dalam bagian keamanan,

Diharapkan anggota lainnya tidak akan lagi melakukan tindakan kriminal karena adanya loyalitas dan arahan baru dari pemimpin mereka yang kini bersinergi dengan pemerintah.

​Sebagai penutup, kedua legislator tersebut sepakat bahwa akar permasalahan ini berkaitan erat dengan degradasi karakter dan adab pada anak didik. Adi Akbar berharap Pemerintah Kota Makassar lebih intensif menggelar kegiatan pembangunan karakter, seperti pencerahan kalbu di masjid-masjid sebagai alternatif kegiatan positif bagi remaja.

Senada dengan hal tersebut, Haji Muchlis mengingatkan para orang tua agar tidak lepas tangan dan senantiasa mengedepankan program “Jagai Anak Ta” sebagai benteng utama dalam keluarga.

Dengan keterlibatan aktif semua elemen, diharapkan lingkungan Makassar kembali menjadi ruang yang aman, sehat, dan berkualitas bagi seluruh warganya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x