

MAKASSAR,DAULATRAKYAT-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar terus melakukan evaluasi terhadap operasional armada angkutan pulau Pette-Pette Laut. Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh Rheza, mengungkapkan bahwa kapal Pette-Pette Laut sempat berhenti beroperasi selama tiga minggu akibat kerusakan pada komponen baling-baling (“kepala babi”).
Namun, saat ini armada tersebut telah selesai diperbaiki dan beroperasi kembali.
”Alhamdulillah sudah beroperasi kembali. Selama tiga bulan lebih ini, setiap Senin pagi armada dipenuhi oleh pegawai, mulai dari Dinas Kesehatan, guru, pegawai kelurahan, kecamatan, hingga Pak Camat. Pernah juga ada sekitar 10 warga lansia yang ikut naik sekadar menikmati perjalanan,” ujarnya.
Evaluasi Rute dan Penyesuaian Karakteristik Warga Pulau
Mengenai rute pelayaran, Reza menjelaskan bahwa rute resmi Pette-Pette Laut sejatinya ditetapkan hingga ke Pulau Lanjukang. Meski demikian, realisasi layanan di lapangan baru menjangkau Pulau Lumu-Lumu akibat minimnya peminat menuju Lanjukang dengan skema jadwal sepekan sekali.
Sebagai solusi, Dishub Makassar berencana mengalihkan fokus rute ke pulau dengan populasi penduduk yang lebih padat, seperti Pulau Barrang Caddi.
”Kami coba ubah rute untuk memfasilitasi Pulau Barrang Caddi karena penduduknya cukup banyak. Operasional kemarin kan sifatnya masih soft launching, jadi kami sambil mempelajari minat masyarakat. Warga maunya angkutan yang selalu ready setiap saat seperti angkutan darat, sementara ini kan kapal kayu dengan kapasitas dan kecepatan terbatas,” jelasnya.
Penyesuaian Anggaran BBM dan Pengadaan Mobil Golf CFD
Terkait APBD Perubahan, Dishub Makassar mengusulkan penyesuaian alokasi BBM non-subsidi (Solar Dex) untuk operasional Pette-Pette Laut. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga Solar Dex yang sempat menyentuh angka Rp26.000 per liter. Selain penyesuaian BBM, Dishub juga mengajukan pengembalian alokasi anggaran pembayaran listrik lampu jalan pascarasionalisasi.
Di samping itu, Dishub Makassar memanfaatkan pergeseran anggaran internal untuk pengadaan dua unit mobil golf (golf cart) guna mendukung kelancaran Car Free Day (CFD).
”Dua unit mobil golf diusulkan lewat pergeseran anggaran untuk ditempatkan di area CFD Jalan Sudirman dan Boulevard. Kendaraan roda empat biasa tidak bisa masuk ke area CFD, jadi mobil golf ini dibutuhkan jika ada kondisi darurat atau pengangkutan,” tambahnya.
Penertiban Parkir Liar Trotoar dan Rencana Rambu Mawas
Pada sektor penataan lalu lintas darat, Dishub Makassar membackup tim gabungan dari Kecamatan Ujung Pandang, Satpol PP, dan PD Parkir dalam menertibkan kendaraan yang parkir liar di atas trotoar Jalan Sudirman. Sebanyak 20 unit sepeda motor diangkut menggunakan truk Dishub menuju Anjungan Losari untuk diproses lebih lanjut oleh PD Parkir.
Adapun untuk penataan kawasan Jalan Mawas,Dishub Makassar berencana memasang rambu larangan parkir di titik-titik rawan. Saat ini, proses penataan tersebut masih menunggu ketersediaan bahan pembuatan rambu lalu lintas.


Tidak ada komentar