

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulSelBarRa Maluku secara resmi meluncurkan “Program Pande Emas” melalui pemberdayaan Kelompok Pande Emas. Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program ini dirancang khusus untuk mendorong lahirnya kelompok masyarakat produktif melalui serangkaian pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan keterampilan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah.
”Melalui Program Pande Emas, Pegadaian ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami percaya pemberdayaan berbasis peningkatan kompetensi dan pendampingan usaha akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Pratikno, Kamis (6/8/2026).
Dukung Penerapan ESG dan SDGs
Inisiatif ini juga berpedoman pada implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Fokus utamanya meliputi pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan sosial.
”Sebagai perusahaan jasa keuangan yang dekat dengan masyarakat, PT Pegadaian terus berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata dan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera,” tambah Pratikno.
Pendampingan Usaha Secara Komprehensif
Lebih jauh, Program Pande Emas tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga pembinaan secara menyeluruh yang mencakup:
Manajemen Usaha: Tata kelola keuangan dan operasional kelompok.
Pengembangan Produk: Inovasi mutu dan daya saing hasil karya/aset.
Peningkatan SDM: Penguatan kapasitas daya saing individu dan kelompok.
”Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha masyarakat secara signifikan sekaligus membuka peluang-peluang ekonomi baru,” pungkasnya.
Catatan Perbaikan/Penyempurnaan:
Penambahan Dateline: Menambahkan lokasi utama (MAKASSAR) di awal paragraf utama sesuai standar penulisan news/press release.
Struktur Informasi (Pyramid Terbalik): Mengelompokkan poin-poin utama di bagian atas, diikuti dengan detail teknis dan kutipan penjelas di bawahnya.
Merapikan Kutipan: Penggunaan format blockquote untuk mempertegas pernyataan pimpinan agar lebih mudah dibaca dan memberikan impresi profesional.
Variasi Visual (Bullet Points): Mengubah poin pelatihan teknis menjadi format daftar (bullet points) agar lebih gampang dipahami pembaca secara sepintas (scannable).


Tidak ada komentar