
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Azwar Rasmin, menegaskan komitmennya agar tidak ada lagi anak usia sekolah di Kota Makassar yang gagal melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP negeri.
Ia menyoroti fenomena klasik di mana lulusan SD kerap kesulitan memperoleh kursi akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang tersedia saat ini. Azwar menyatakan bahwa dengan nilai APBD yang besar, Kota Makassar seharusnya sudah tidak lagi menghadapi kendala kekurangan kelas, sehingga seluruh anak tanpa terkecuali harus bisa tertampung dalam sistem pendidikan.
Menurut Azwar, pemerintah kota memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin hak pendidikan setiap anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia menekankan bahwa jangan sampai ada anak di Kota Makassar yang terpaksa putus sekolah hanya karena masalah keterbatasan fasilitas gedung sekolah negeri. Sebagai langkah strategis,
Azwar mendorong adanya solusi inovatif berupa kerja sama dengan sekolah swasta apabila kapasitas sekolah negeri memang sudah tidak mencukupi.
Sebagai contoh kata Azwar skema yang telah diterapkan di DKI Jakarta, di mana pemerintah daerah membiayai siswa untuk bersekolah di swasta melalui skema subsidi APBD sehingga pendidikan tetap dapat diakses secara gratis.
Azwar juga mengingatkan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD harus dimanfaatkan secara maksimal demi mencapai tujuan bernegara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain pembiayaan, ia mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus yang berfungsi untuk menjemput dan mengembalikan anak-anak yang terlanjur putus sekolah ke bangku pendidikan.
Persoalan ini dipastikan akan terus dikawal oleh DPRD Makassar dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan akan disampaikan langsung kepada Wali Kota Makassar dalam rapat paripurna mendatang agar segera ditemukan solusi cepat bagi permasalahan pendidikan ini. (**)


Tidak ada komentar